Wisata Petualangan di Gunung Salak



Gunung Salak merupakan sebuah gunung berapi yang terdapat di pulau Jawa, Indonesia. Gunung ini mempunyai beberapa puncak diantaranya Puncak Salak I dan Salak II. Saat ini Gunung Salak termasuk dalam wilayah Kabupaten Sukabumi dan Kabupaten Bogor, Jawa Barat. 

Menurut Hartman (1938) Gunung Salak I merupakan bagian gunung yang paling tua. Disusul oleh Gunung Salak II dan kemudian muncul Gunung Sumbul. Sedangkan Kawah Ratu diperkirakan merupakan produk akhir dari Gunung Salak. Kawah Cikuluwung Putri dan Kawah Hirup masih merupakan bagian dari Kawah Ratu.

Gunung Salak sejak jaman dahulu sudah sering dikunjungi oleh para pejiarah, karena terdapat patung pemujaan di puncak gunung Salak. Selain itu terdapat juga makam Embah Gunung Salak yang sering dikunjungi para pejiarah. Sedangkan di kaki Gunung Salak banyak terdapat tempat-tempat keramat, salah satunya adalah makam keramat dan ada juga pura dengan sebutan Kuil Prabu Siliwangi.

Selain itu Gunung Salak sangat populer sebagai ajang tempat pendidikan bagi klub-klub pecinta alam, terutama sekali daerah punggungan Salak II. Ini dikarenakan medan hutannya yang rapat dan juga jarang pendaki yang mengunjungi gunung ini. Juga memiliki jalur yang cukup sulit bagi para pendaki pemula dikarenakan jalur yang dilewati jarang ditemukan cadangan air.

Bagi para pecinta alam, Gunung Salak merupakan salah satu tujuan untuk memenuhi keinginan menyatu dengan alam. Gunung Salak mempunyai pemandangan dan pesona alam yang masih alami. Bila ingin mencoba wisata petualangan dengan mendaki Gunung Salak, para pendaki dapat menggunakan beberapa jalur pendakian, salah satunya melalui Jalur Girijaya dan Jalur Kutajaya (Cimelati).

Proses pendakian sebaiknya dilakukan pada musim kemarau, karena pada musim penghujan jalur menjadi becek dan jalanan menjadi sangat licin sekali. Selain itu angin seringkali bertiup kencang. Sebenarnya gunung ini dapat didaki dari beberapa jalur namun yang sering dipakai adalah jalur dari Wana Wisata Cangkuang Kecamatan Cidahu Kabupaten Sukabumi. 

Di sekitar pintu masuk tempat wisata ini terdapat tempat-tempat yang nyaman untuk berkemah, juga banyak terdapat warung-warung makanan. Untuk menuju ke Kawah Ratu diperlukan waktu sekitar 3-5 jam perjalanan, sedangkan untuk menuju ke puncak Gunung Salak I diperlukan waktu sekitar 8 jam.

Wisata Petualangan di Gunung Rinjani

Pernah mengunjungi Pulau Lombok? Yang pernah pastinya tahu dunk, Gunung Rinjani? Gunung Rinjani merupakan gunung berapi tertinggi kedua di Indonesia setelah Gunung Kerinci yang berada di tanah Sumatera. Gunung yang berlokasi di Lombok, Nusa Tenggara Barat dan memiliki ketinggian sekitar 3.726 meter dari permukaan laut ini telah sejak lama menjadi incaran pecinta petualangan alam bebas. Jika kamu berjiwa petualang belum lengkap rasanya jika tidak mencoba merasakan sensasi mendaki di gunung yang sudah terkenal akan pesona alamnya ini. Menurut data setiap tahunnya Gunung Rinjani dikunjungi ribuan wisatawan asing dan domestik yang penasaran untuk menyaksikan keindahan alamnya.

wisata petualangan gunung rinjani 


Jika diantara kamu ada yang berencana mendaki gunung ini disarankan mengambil rute Sembalun Lawang karena selain biayanya murah juga tersedia akses transportasi yang sangat memadai. Jika datang dari Pelabuhan Lembar bisa segera menuju terminal bus di Kota Mataram untuk selanjutnya dengan kendaraan minibus melanjutkan perjalanan ke Aik Mel dengan waktu tempuh kurang lebih satu jam. Dari Aik Mel perjalanan selanjutnya yaitu menuju pos pendakian Sembalun Lawang. Jika kamu datang dari Bandara Internasional Lombok, setelah mendarat bisa langsung menempuh perjalanan dari BIL menuju Selong, Lombok Timur dengan menggunakan kendaraan umum. Lalu dari Selong ke Masbagik menuju Pasar Aik Mel, Lombok Timur. Terakhir, dari Pasar Aik Mel baru kemudian menuju Sembalun.

Sebelum proses pendakian Gunung Rinjani, wisatawan diwajibkan mendaftarkan diri terlebih dahulu di pos pendakian sambil mendengarkan himbauan dari penjaga setempat untuk keselamatan para wisatawan atau turis yang hendak mendaki. Bagi yang membutuhkan peralatan pendakian standar untuk medan yang tidak terlalu berat wisatawan bisa menyewanya dan bagi yang ingin lebih aman bisa juga menyewa guide lokal dan porter untuk membawakan perbekalan.




Medan pendakian di daerah Rinjani terdiri dari padang sabana yang luas dan berbukit-bukit serta tandus. Di beberapa lokasi terhampar rumput ilalang lebat serta sejumlah pos peristirahatan tersedia untuk berkemah dan untuk keperluan MCK darurat. Semakin menuju ke puncak gunung, perjalanan juga makin melelahkan karena medan yang semakin terjal. Setelah menempuh sekitar 7 jam perjalanan mendaki sampailah di pelawangan atau punggungan gunung yang menjadi pos pendakian terakhir sebelum menuju puncak. Lokasi ini persis berada di lereng penyangga Danau Segara Anakan sehingga sambil beristirahat pada pendaki bisa menikmati keindahan danau yang menakjubkan.

Dari pos pendakian terakhir ini para pendaki memiliki dua pilihan apakah hendak melanjutkan perjalanan ke puncak dengan waktu tempuh kurang lebih 3-5 jam atau langsung turun ke arah danau. Keduanya mempunyai medan pendakian yang curam dan menegangkan. Jika menuju arah danau maka ada beberapa aktivitas menyenangkan yang bisa dilakukan seperti memancing, bakar ikan atau berendam di kolam belerang alami yang terdapat di sekitar danau.

Pesona yang dimiliki oleh Gunung Rinjani dengan keindahan danau dan alamnya tidak diragukan lagi telah menjadi daya tarik yang mampu memikat minat para wisatawan mancanegara maupun nusantara untuk berkunjung. Kamu tertarik wisata petualangan ke Gunung Rinjani?